
SABHATANSA (8/5) – Setiap hari Jumat, saat siswa laki-laki melaksanakan ibadah shalat Jumat di masjid, sekolah tidak membiarkan siswa putri berdiam diri tanpa aktivitas keagamaan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan spiritual perempuan, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMAN 7 Malang menyelenggarakan kegiatan Pelaksanaan Salat Dzuhur Berjamaah bagi Siswa Putri.
Kegiatan yang berlangsung rutin setiap Jumat ini menargetkan seluruh siswa putri, baik yang sedang dalam kondisi suci maupun yang sedang berhalangan (haid). Bagi siswa yang berhalangan, mereka tetap diwajibkan mengikuti rangkaian keputrian dengan mendengarkan tausiah atau kajian singkat, sehingga tidak ada siswa yang terlepas dari pembinaan rohani.

Pelaksanaan salat Dzuhur berjamaah dipimpin langsung oleh Ibu Alfin Husniyah, S. Ag., selaku imam sekaligus pembina. Beliau memandu jalannya ibadah dengan tertib dan khusyuk. Setiap siswa putri diwajibkan membawa perlengkapan pribadi, yakni mukena dan koran bekas yang digunakan sebagai alas shalat. Ketentuan ini bertujuan menanamkan kemandirian, tanggung jawab, serta kesadaran akan kebersihan tempat ibadah.
Koordinator kegiatan dari tim Guru PAI SMAN 7 menyampaikan bahwa program ini lahir dari semangat untuk memberikan pelayanan keagamaan yang setara dan inklusif. “Kami tidak ingin siswa putri merasa terabaikan saat siswa laki-laki pergi ke masjid. Mereka juga berhak mendapatkan bimbingan ibadah secara berjamaah dan terstruktur,” ujarnya.
Selain bernilai ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan karakter, seperti disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Antusiasme siswa putri terlihat dari partisipasi aktif mereka setiap pekannya. Dengan adanya program ini, SMAN 7 Malang menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda yang berakhlak mulia tanpa membedakan jenis kelamin. (def)




