June 21, 2021

Dibangun Sejak 2018, GOR Sabhatansa Diresmikan

Penantian panjang civitas akademika SMAN 7 Malang akan hadirnya sarana prasarana olahraga yang memadai terjawab sudah. Selasa pagi (25/5) Kepala SMAN 7 Malang Dra Herlina Wahyuni M.Pd meresmikan Gedung Olahraga (GOR) Sabhatansa. Peresmian sarana yang direncanakan akan menghabiskan anggaran senilai Rp 2,3 miliar tersebut juga dihadiri Ketua Komite SMAN 7 Malang Yunan Saifullah, para wakil kepala sekolah dan bapak/ibu dewan guru.
Wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana Dra Siti Aliah menuturkan sarana yang dimulai pembangunannya sejak 2018 ini telah mencapai progres 70 persen. Arena yang bisa digunakan di antaranya lapangan baskes, bola voli, badminton dan tenis meja. Nantinya juga dilengkapi kamar mandi serta ruang ganti. “Saat ini anggaran yang sudah terpakai mencapai Rp 1,7 miliar. Dan pembangunannya akan terus berlanjut, ” kata Waka Sarpras Dra Siti Aliah dalam sambutannya.
Sementara itu, Kepala SMAN 7 Malang Dra Herlina Wahyuni, M.Pd menjelaskan GOR Sabhatansa merupakan proyek multiyears. Harapannya tahun depan sudah bisa dimaksimalkan penggunaannya. “Meskipun sekarang selesai 70 persen namun sudah bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan sekolah dan pembelajaran, ” Jelas Herlina.
Perempuan kelahiran 12 Mei 1961 tersebut menambahkan jika perjuangan untuk menghadirkan sarana berupa GOR Sabhatansa menyisakan cerita tersendiri. Mulai dari pengumpulan anggaran, hingga membangun di situasi pandemi Covid-19. Akhirnya jerih payahnya bersama tim pembangunan terjawab dengan diresmikan GOR Sabhatansa ini. “Semoga bisa membuat bapak ibu lebih aktif dalam mengembangkan diri, ” Katanya.
Selain GOR Sabhatansa dalam kesempatan yang sama juga diresmikan RKB (ruang kelas baru) senilai Rp 219 juta yang bersumber dari APBN DAK. Selain itu ada juga sarana tempat parkir siswa senilai Rp 82 yang juga diresmikan.
Ketua Komite SMAN 7 Malang Yunan Saifullah menambahkan dengan hadirnya sarana yang diresmikan ini sekolah semakin memiliki daya tawar tersendiri. Karena hadirnya GOR ini menjadi mimpi semua keluarga besar SMAN 7 Malang. “Namun jangan hanya kelihatan gedungnya magrong-magrong tapi tidak ada kegiatan di dalamnya. Bapak ibu guru harus lebih aktif, anak OSIS harus didorong memiliki kegiatan yang padat agar tempat ini benar- benar bermanfaat tinggi, ” Pungkas Yunan.