November 25, 2020

Dampak Negatif Keseringan Game Online Di Sosial

Banyak efek negative jika kita kebanyakan main game online,terutam di hp pintar kita (smartphone). Selain berdampak negative di android,juga ada beberapa dampak ke perilaku kita,tubuh kita dan keseharian kita. Berikut penjelasan dampak keseringan main game online di sosial masyarakat.

1.   Mood-Changer

Apasih mood-changer itu? Mood-changer itu, adalah kondisi dimana game online ini menjadi penentu mood seseorang atau pelajar itu sendiri. Kenapa? Karena apabila kita lihat seseorang yang sedang asik dan seriusnya bermain game online, pasti ketika ia merasa jengkel karena kalah, tak mampu bermain bagus atau tak mampu mengungguli lawannya akan muncul amarah yang meledak-ledak. Bahkan ada beberapa pelajar yang suka melampiaskan kemarahannya dengan memukul-smukul tangannya ke meja atau bahkan berteriak seenaknya.

2.   Muncul Istilah-Istilah Atau Kata-Kata Yang Tak Menyenakan

Relating dengan masalah pertama, biasanya ketika para remaja atau pelajar mengalami kesulitan atau setidaknya kalah dalam bermain, mereka akan dengan mudah mengeluarkan kata-kata atau istilah-istilah yang kurang mengenakan untuk didengar. Istilah kerennya itu, kok kalah bawa-bawa binatang ya. Belum lagi jika kebiasaan menyebutkan kata-kata tersebut terbawa ke lingkup kehidupannya di luar online gamming. Misal, ketika jengkel bukan karena game pun ada yang selalu mengucapkan hal yang sama. Bad Impact yang tidak harus di tiru dan dijadikan kebiasaan ya viewers.

3.   Boros

Segala sesuatu yang bersifat online pasti tidak luput dari yang namanya kuota internet. Otomatis jika game tersebut dimainkan lewat smartphone tentu saja membutuhkan kuota internet. Kuota internet harus dibeli jika habis. Apa yang terjadi jika hal tersebut menjadi siklus berulang tiap harinya? Tentu saja, para pelajar merasa seolah dituntut untuk mengeluarkan uang tiap harinya dan itu pastinya boros sekali. Di sisi lain, jika pelajar tersebut memilih untuk bermain warnet ya sama saja, mereka juga dituntut untuk menghabiskan uang mereka tiap jam permainannya. Bayangkan jika mereka hanya menghabiskan uang untuk hal yang seperti itu. Bukankah masih ada hal lain yang bisa mereka lakukan jika uang tersebut mereka tabung atau setidaknya mereka sisihkan?. Oleh karna itu, bermain game online sangat membuang waktu anda ataupun uang anda. Jika anda ingin sesuatu yang membuat anda senang, raihlah sesuatu yang yang membuat orang lain banggga terhadap anda.

4.   Mudah Menyalahkan Orang Lain

Ketika sedang asik-asiknya bermain atau war (istilah yang biasa digunakan ketika para online gamers melakukan pertempuran), ternyata jika mereka dihadapkan pada kondisi dimana ada beberapa teman se-clan atau timnya yang ceroboh sehingga menyebabkan mereka kalah, mereka akan mudah merasa kesal dan marah. Hal tersebut akan mendorong anak/pelajar yang merasa dirugikan untuk menyalahkan orang yang menyebabkan clannya kalah bermain. Tak jarang timbul percek-cokkan atau ego antara pelajar, saling menyalahkan bahkan saling memaki. Sehinggga contoh tersebut tidak baik untuk dilakukan terutama oleh pelajar.

5.   Otak Depan Tak Berkembang

Ternyata ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa otak tak akan terstimulasi jika terus-terusan bermain game komputer. Hal tersebut dihasilkan berdasarkan penelitian yang dilakukan Ryuta yang membandingkan kinerja otak anak-anak yang sering memainkan game komputer dengan anak-anak yang lebih banyak belajar aritmatika.

6.   Perilaku Autisme

Autisme adalah gangguan perkembangan neurologis berat yang mempengaruhi cara seseorang berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Sebuah penelitian menemukan bahwa pemain game online biasanya hanya terpaku pada permainannya saja tanpa peduli dengan lingkungan sosialnya yang akan menyebakan masalah kepribadian, seperti kurang percaya diri, introvert, sering mengalami cemas yang berlebihan dan juga takut yang berlebihan.

7.   Penurunan Konsentrasi Belajar

Karena fokus yang hanya terarah pada game online juga berpengaruh pada turunnya konsentrasi belajar para gamers yang pada umumnya adalah pelajar. Menghabiskan banyak waktu di warnet atau untuk sekedar bermain game di smartphone mengakibatkan pelajar lebih aktif memikirkan bagaimana cara untuk menyelesaikan tahap awal untuk maju ke tahap berikutnya atau bagaimana caranya untuk mengalahkan lawan bermainnya, tanpa peduli tentang pelajarannya.

sumber : jagad.id