Gebyar seni yang digelar oleh OSIS Sabhatansa kali ini diberi nama Caitra Sukha. Caitra berarti bulan Maret sedangkan Sukha berarti bersenang-senang dengan kesenian. Jadi, Caitra Sukha berarti bersenang-senang dengan kesenian di bulan Maret.

 Namun, kegiatan ini diselenggarakan bukan hanya untuk bersenang-senang melainkan untuk melestarikan kesenian tradisional Indonesia.
Kegiatan bertema “1001 Kebudayaan Nusantara” ini digelar Sabtu, 22 Maret 2014 mulai pukul 07.00-14.00. Pengisi acaranya adalah warga Sabhatansa dan alumni. Mereka menampilkan pertunjukan music/band (ERA, Pomade, Blueband, jare joe, Brigade 07, dan Wacky), modern dance, tradisional dance, paduan suara, puisi, dan menyanyi solo. Acara ini semakin semarak dengan tampilnya grup ibu guru yang menarikan “REHANA”, salah satu tari tradisional Banyuwangi, dan penampilan Bapak Suwardono yang menarikan tari Gandrung serta Bapak Yudhanto yang menampilkan tarian Satria Tangguh. Pada kesempatan ini, juga dilaksanakan grand final putra-putri Sabhatansa. Gelar Putra-putri Sabhatansa berhasil diraih oleh M. Fahrur Rozi (XI IPA 5) dan Natasya (XI IPA 6).

Add comment

Security code
Refresh