Kiambang

Kiambang


Salvinia natans

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan:

Plantae

Divisi:

Pteridophyta

Kelas:

Pteridopsida

Ordo:

Salviniales

Famili:

Salviniaceae

Genus:

Salvinia
Ség.

species

·         Salvinia auriculata

·         Salvinia biloba

·         Salvinia cucullata

·         Salvinia cyathiformis

·         Salvinia hastata

·         Salvinia herzogii

·         Salvinia minima

·         Salvinia molesta

·         Salvinia natans

·         Salvinia nymphellula

·         Salvinia oblongifolia

·         Salvinia radula

·         Salvinia rotundifolia

·         Salvinia sprucei

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kiambang

 

Kiambang (dari ki: pohon, tumbuhan, dan ambang: mengapung) merupakan nama umum bagi paku air dari genus SalviniaTumbuhan ini biasa ditemukan mengapung di air menggenang, seperti kolam, sawah dan danau, atau di sungai yang mengalir tenang.

 

Kiambang memiliki dua tipe daun yang sangat berbeda. Daun yang tumbuh di permukaan air berbentuk cuping agak melingkar, berklorofilsehingga berwarna hijau, dan permukaannya ditutupi rambut berwarna putih agak transparan. Rambut-rambut ini mencegah daun menjadi basah dan juga membantu kiambang mengapung. Daun tipe kedua tumbuh di dalam air berbentuk sangat mirip akar, tidak berklorofil dan berfungsi menangkap hara dari air seperti akar. Orang awam menganggap ini adalah akar kiambang. Kiambang sendiri akarnya (dalam pengertian anatomi) tereduksi. Kiambang tidak menghasilkan bunga karena masuk golongan paku-pakuan.

 

Sebagaimana paku air (misalnya semanggi air dan azolla) lainnya, kiambang juga bersifat heterospor, memiliki dua tipe sporamakrosporayang akan tumbuh menjadi protalus betina dan mikrospora yang akan tumbuh menjadi protalus jantan.

 

Paku air ini tidak memiliki nilai ekonomi tinggi, kecuali sebagai sumber humus (karena tumbuhnya pesat dan orang mengumpulkannya untuk dijadikan pupuk), kadang-kadang dipakai sebagai bagian dari dekorasi dalam ruang, atau sebagai tanaman hias di kolam atau akuarium. Karena dapat tumbuh sangat rapat hingga menutupi permukaan sungai atau danau, muncul pepatah Melayu "biduk berlalu, kiambang bertaut", yang berarti setelah gangguan berlalu, keadaan akan kembali seperti semula.