Saron

 

Saron atau yang biasanya disebut juga ricik ,adalah salah satu instrumen gamelan yang termasuk keluarga balungan.

Dalam satu set gamelan biasanya mempunyai 4 saron, dan semuanya memiliki versi pelog dan slendro. Saron menghasilkan nada satu oktaf lebih tinggi daripada demung, dengan ukuran fisik yang lebih kecil. Tabuh saron biasanya terbuat dari kayu, dengan bentuk seperti palu.

Menurut bentuk dan cara menabuhnya, saron dibagi menjadi tiga macam.

1.  Saron Demung adalah salah satu jenis saron yang bentuk dan suaranya besar. Saron ini memainkan balung gending dalam wilayahnya yang terbatas.

2.    Saron Barung adalah jenis saron yang ukurannya sedang. Bentuk dan suaranya lebih kecil daripada saron demung. Saron ini juga memainkan balungan dalam wilayahnya yang terbatas.

3.    Saron Penerus adalah jenis saron yang bentuk dan suaranya lebih kecil. Saron penerus juga disebut saron peking.

 

Dari kiri-kanan; saron panerus, saron barung, dan demung

Cara menabuhnya ada yang biasa sesuai nada, nada yang imbal, atau menabuh bergantian antara saron 1 dan saron 2. Cepat lambatnya dan keras lemahnya penabuhan tergantung pada komando dari kendang dan jenis gendhingnya. Pada gendhing Gangsaran yang menggambarkan kondisi peperangan misalnya, ricik ditabuh dengan keras dan cepat. Pada gendhing Gati yang bernuansa militer, ricik ditabuh lambat namun keras. Ketika mengiringi lagu ditabuh pelan.

Dalam memainkan saron, tangan kanan memukul wilahan / lembaran logam dengan tabuh, lalu tangan kiri memencet wilahan yang dipukul sebelumnya untuk menghilangkan dengungan yang tersisa dari pemukulan nada sebelumnya. Teknik ini disebut memathet (kata dasar: pathet = pencet)

 

Add comment

Security code
Refresh