RED SHRIMP

            Udang hias air tawar merupakan hewan invertebrata yang memiliki keindahan menakjubkan. Pada umumnya udang hanya di jadikan sebagai konsumsi saja, namun seiring dengan perkembangan jaman udang hias ini bisa dijadikan sebagai hiasana akuascape atau akuarium. Udang hias yang banyak di gemari dan di kembangbiakan para hobis diindonesia pada umumnya memilih udang hais air tawar. Mengapa demikian? Karena udang hias air tawar ini cukup memiliki potensi yang menguntungkan dan mudah di kembangbiakan. Udang hias air tawar ini banyak di gemari di berbagai Negara tidak hanya di Indonesia saja seperti Negara Jepang, thailand, singapura, jerman, denmark, perancis, swiss dan finlandia.


Keunikan Udang Hias Air Tawar
            Udang hias air tawar ini memiliki keunikan tersendiri yang merupakan dambaan para hobiis udang hias, keunikan yang menonjol dari udang hias air tawar ini yaitu dari warna, udang hias ini memiliki beragam warna yang mewah sehingga terkesan hewan yang unik dan aneh. Selain dari warnanya, udang hias air tawar ini memiliki keunikan dalam bentuk tubuhnya yang kecil mungil, banyak hobiis menyebutnya “Si-kecil mungil nan cantik”. Jadi perpaduan antara warna yang unik dengan bentuk tubuh yang cantik mungil ditambah lagi dengan tanaman aquascape yang indah sehingga udang hias ini akan terlihat begitu menakjubkan. Nah, jika anda ingin memelihara udang hias air tawar ini sebaiknya anda simpan aquascapenya itu tepat di ruang tamu, mengapa demikian? Karena, udang hias air tawar ini akan membuat para tamu betah di rumah kita. Hehe…

Cara Memelihara Udang Hias Air Tawar
                        Memelihara udang hias dalam akuarium bias disebut gampang-gampang susah, mengapa demikian? Karena memelihara udang hias haruslah teliti dan membutuhkan kesabaran.
            Langkah pertama dalam memelihara udang hias air tawar adalah setting akuarium. Akuarium adalah hal utama dalam memelihara udang hias ini. Terlebih dahulu kita tentukan ukuran akuarium disesuaikan dengan volume udang yang akan kita pelihara, kemudian setting filter dengan baik karena filter akauarium yang baik akan membuat suasana akuarium bersih dan sehat sehingga penyakit yang akan menyebabkan kematian pada udang dapat teratasi dengan baik.

            Kemudian langkah yang kedua, berikan tanaman – tanaman yang tidak menyebabkan kotor atau keruh pada air. Karena seperti kita ketahui bahwa udang hias ini sangat menyukai tanaman-tanaman yang bersih untuk tempat ia bersembunyi. Tanaman yang kotor dan keruh akan menyebabkan udang hias ini setres bahkan akan menimbulkan kematian. Sangat penting kita perhatikan bahwa mengatur akuarium itu seperti habitat alaminya, sehingga perlu dimasukkan substrat. Substrat yang baik terdiri dari pasir yang halus dan kerikil yang berukuran sedang. Bisa ditambahkan juga batu karang sebagai tempat persembunyian, dan tanaman air seperti lumut jawa, sebagai tanaman di dasar akuarium yang bersih dan tidak keruh.

            Kemudian yang ketiga hal yang harus di perhatikan dalam memelihara udang hias air tawar adalah mengurangi penggunaan zat adiktif. Mengapa demikian? Karena, zat adiktif ini disamping akan membantu pertumbuhan udang juga bisa membuat udang menjadi setres dan mati jika kita terlalu banyak menggunakannya.

Budidaya Udang Hias Air Tawar
Disamping memiliki keindahan yang banyak digemari kalangan para hobiis, hewan invertebrata ini mudah dikembangbiakan juga menguntungkan. Banyak para hobis yang tergiur membudidayakan udang hias ini karena permintaan pasar lokal dan internasional sangat tinggi. Petani udang hias ini belum cukup banyak, karena budidaya udang hias ini dianggap gampang-gampang susah. Banyak petani diantaranya yang gagal menjalankan usaha ini. Namun, banyak pula yang sukses. Maka dengan hal ini harga udang hias cukuplah tinggi berkisar Rp. 1.000 – 10.000 per ekor. Waaww… lumayan mahal kannn … heheee…
                        Yuk kita langsung saja bagaimana proses budidaya udang hias yang baik. Berikut langkah-langkahnya :

1. Habital Ideal Udang Hias Air Tawar

            Hewan Invertebrata ini mampu bertahan di dalam air degan pH 6.8 hingga 8.0. Kondisi pH seperti ini bisa mengakibatkan sres bahkan kematian untuk udang dari Asia.

2. Memilih Mate-tank

            Dalam memilih mate-tank udang hias haruslah di perhatikan, karena udang akan susah berdampingan dengan matetank nya yang berukuran besar. Hal ini akan menyebabkan udang terus bersembunyi karena takut. Namun demikian, ada beberapa ikan yang bisa dijadikan mate-tank seperti ikan hias yang berukuran kecil. Contohnya ikan hias neon tetra, ikan hias platy, ikan hias molly dan beberapa ikan yang seukuran dengan udang tersebut. Namun idealnya dalam proses budidaya udang hias air tawar ini sendirian tanpa ada jenis ikan lain.

3. Setting Akuarium

            Dalam menyetting akuarium haruslah diperhatikan jangan sampai udang hias kita menjadi setres. Buatlah udang hias kita ini nyaman seperti di habitatnya sendiri. Yang lebih penting dari pase ini adalah membuat filter air yang baik sehingga tidak menyebabkan keruh dan akan terlihat bersih akuariumnya, kemudian berikan tanaman dan batu karang untuk persembunyian udang.

4. Pemberian pakan
            Pemberian pakan dalam budidaya udang hias harus diperhatikan. Karena sudah jelas sekali bahwa pakan akan menentukan pertumbuhan dan hidup atau mati udang kita hehe,,,
            Jenis makanan yang akan diberikan haruslah disesuaikan dengan spesies udang yang kita pelihara. Udang jenis Neocaridina/Caridina atau Halocaridina Rubra, pakan yang diberikan hijauan seperti slada beku, alga, daun kubis atau spirulina tablet. Jenis udang pearl yang suka menghabiskan waktu di pasir sebaiknya diberi pakan berbahan dasar daging atau tablet. Spesies Macrobachium suka memakan cacing darah beku, udang renik beku dan cacing rambut. Udang Atya bertipe pembersih sehingga suka memakan artemia. Pakan ini fleksibel, jadi bisa diberikan variasi makanan lainnya.

Jenis – Jenis dan Daftar Harga Udang Hias Air Tawar


 

Red Cherry Shrimp
Udang jenis ini sebenarnya memiliki banyak warna, namun warna yang populer dikalangan para hobis adalah warna merah. Red Cherry Shrimp akan terlihat indah dalam akuarium yang setingannya gelap dan tanaman yang hijau. Udang jenis ini sebetulnya sangat kebal dengan serangan penyakit. Namun, yang harus diperhatikan udang jenis ini masih sensitif terhadap fluktuasi kimia air atau zat adiktif. Disamping memiliki keindahan Red Cherry Shrimp juga memiliki harga pasar yang lumayan menggiurkan yaitu harganya mulai Rp.1.000 – Rp.2.000,-  per ekor.